Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.1. Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.1.1. Mengenal Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu

1. GERGAJI
Didalam pekerjaan-pekerjaan menukang kayu, gergaji termasuk salah satu perkakas yang sangat penting sebagai alat potong dan belah untuk membagi-bagi kayu dalam beberapa bentuk potongan yang dikehendaki. Juga sering sekali dipergunakan orang mulai sejak penebangan pohon sampai dijadikan bahan kayu ramuan, bahkan sampai pada bagian yang sekecil-kecilnya. Gergaji terbuat dari sebilah baja tipis, yang salah satu tepinya dibuat bergigi tajam dan diberi tangkai pemegang dari kayu. Ditinjau dari penggunaannya, gergaji dibuat dalam dua bentuk yaitu gergaji pemotong dan gergaji pembelah. Dalam gambar 1-1 dan 1-2 diperlihatkan dua bentuk dasar dari gigi-gigi gergaji itu.
1.1. Gergaji Tangan
Daun gergaji tangan dibuat dari semacam baja yang berkwalitas baik, dan cukup kaku mengingat gerak dorong dalam menggergaji, dan disamping itu mempunyai daya pegas agar tidak dapat menjadi bengkok. Selain berkwalitas baik dan mempunyai daya pegas, daunnya tidak boleh terlalu tebal (gambar 1.3). Panjang gergaji tangan yang terdapat dalam perdagangan adalah dari 10″ sampai 30″ atau 25 cm » sampai 75 cm. Untuk mengetahui kwalitas yang baik dari daun gergaji tangan, harus dipergunakan bunyi nyaring yang terjadi, jika dipukul dengan sepotong besi sambil dipegang tangkai pemegangnya. Dan untuk mencoba gaya pegas dari daunnya bisa dipegang kedua ujung daunnya Ialu dilengkungkan sampai kira—kira 90° sesudah itu dilepaskan, daun gergaji harus kembali tetap dalam keadaan semula. Selain itu daunnya harus rata dan gigi-giginya harus rapih dan Iurus.
Ada dua macam gergaji tangan:
a. Gergaji tangan pemotong.
b. Gergaji tangan pembelah.

Gergaji tangan pemotong dipergunakan untuk memotong kayu, dengan arah menggergaji adalah tegak Iurus terhadap arah urat kayu, sedangkan posisi gergaji berbentuk sudut 45° terhadap permukaan kayu (gambar 1.4). Sedangkan gergaji pembelah dipergunakan pembelah kayu dan arah menggergaji searah dengan arah urat kayu. Sedangkan posisi gergaji berbentuk sudut 60° terhadap permukaan kayu (gambar 1.5).
Dilihat dari kegunaan gergaji tangan ini maka bentuk giginya pun berlainan pula. Untuk gergaji pemotong geriginya dikikir miring, karena untuk memotong (mengarat) urat-urat kayu, dan miringnya dikikir kira-kira 60° sampai 80° terhadap daun gergaji (gambar 1,6). Dan untuk gergaji tangan pembelah, giginya dikikir tegak, jadi dikikir 90° terhadap daun gergaji (gambar 1.7). Kikir yang dipergunakan untuk mengikir gergaji tangan ialah kikir halus yang berbentuk segi tiga sama sisi.
Untuk mencegah daun gergaji terjepit pada waktu dipakai, maka ujung gerigi itu, baik untuk gergaji pemotong maupun gergaji pembelah, selang satu gig dibengkokkan ke kiri dan ka kanan. Pembengkokan ujung geriginya kira-kira 1/3 dari tinggi gerigi. (gambar 1.8). Lebar pembengkokannya juga harus sama besar ke kiri dan ke kanan. Untuk kayu basah lebar bengkokannya sama dengan 2 x tebal daun gergaji. Dan untuk kayu kering lebar bengkokannya sama dengan 1x tebal daun gergaji.
Alat untuk membengkokkan gerigi gergaji dipakai sebuah gegep bengkok (zattang) atau alat khusus yang terbuat dari plat baja. Untuk menentukan kasar dan halusnya gigi gergaji dapat dilihat dari nomor gergaji yang terdapat pada tumit daun gergaji. Yang maksudnya nomor tersebut menunjukkan jumlah gigi dalam 1″ (inci).
Contoh: Gatgaji no. 8 manunjukkan banyaknya
gigi dalam 1″ tardapat 8 gigi. (gambar 1.8A).

1.2. Gergaji Punggung.

Gergaji gunggung terbuat dan baja yang sangat tipis, dan pada bagian atasnya atau punggungnya diberi tulang. Tulang ini berguna supaya daun gergaji cukup kaku. Ukuran panjang daun gergaji dibuat dari 10″ sampai 20″. Ukuran panjang yang satu `dengan yang lainnya berturut-turut barbeda-beda (misalnya 10″ -12″ – 14″ dan seterusnya).
Gigi-gigi gergaji punggung sangat halus sekali sehingga mempunyai gigi 12 sampai 14 tiap inci. (gambar 1.14). Gergaji punggung sering sekali digunakan pada pekerjaan kayu yang kecil-keciI dan yang halus-halus, misalnya pada pembuatan poros, membuat sarongan 45°, membuat sambungan ekor burung dan Iain sebagainya, terutama pada pekerjaan-pekerjaan meubel (gambar 1.16).

1.3. Gergaji Tarik Dan Bentang

Di dalam praktek kerja kayu gergaji tarik dan bentang adalah alat untuk mamotong dan membelah kayu, terutama mengiris kayu dolok dan balok besar manjadi balok-balok atau papan-papan dalam ukuran yang dikehendaki.
Gergaji semacam ini terdiri dari sebilah daun gergaji dari baja (blade), yang satu bagian sisinya bergigi tajam, gigi-gigi gergaji tersebut ada dua macam yaitu gigi pemotong dan gigi pembelah (gambar 1.20). Gergaji tarik digunakan pada penebangan pohon, memotong batang kayu yang besar-besar, dan pemotongan dolok-dolok dan balok yang besar.
Sedangkan gergaji bentang banyak digunakan untuk membalah dolok-dolok atau balok kayu yang besar-besar, dan pekerjaan mengiris kayu yang Iebar-lebar untuk papan.

1.4.Gergaji Bentang Ukuran Kecil

Selain daripada gergaji bentang yang telah diutarakan terdahulu, terdapat pula gergaji bentang dalam ukuran kecil yang biasa digunakan untuk membelah dan memotong kayu dalam ukuran yang kecil-kecil pula, pelaksanaan pengerjaan hanya dilakukan oleh satu orang. (gambar1.23).
Adapun gunanya selain untuk memotong dan
membelah/mengiris kayu dalam ukuran yang kecil-kecil dapat pula digunakan pada pekerjaan-pakerjaan membuat sambungan purus daun pintu/jendela serta pada pekerjaan Iainnya, seperti memotong dada-dada cowakan dalam posisi tegak dan miring, selain untuk kayu dapat pula dipakai mamotong bambu juga. Untuk pekerjaan halus pada pembuatan perabot rumah tangga dari kayu.

1.5. Gergaji Gerek

Gergaji gerek pada umumnya digunakan untuk menggarek kayu yang berbentuk sisi Iengkung dan cekung .atau dalam bentuk Iingkaran, baik Iingkaran Iuar maupun dalam, tidak terbatas tipis dan tebalnya kayu yang dikerjakan, maupun jenis kayu papan atau jenis multiplex / triplex.
Punggung daun gergaji garek labih tipis daripada gigi-giginya dalam bentuk tirus ke arah tebalnya. Bentuk gigi dikikir serong berganti-ganti dalam keadaan bolak-balik. (gambar 1.24).
Adapun gunanya ialah untuk menggergaji sisi tebal kayu yang cekung, seperti pada pekerjaan membuat kaki kursi / meja antik dan macam-macam pekerjaan Iainnya. Dapat pula digunakan dalam pekerjaan memotong garis Iubang bulat dangan garis tengah ukuran besar, seperti pada pekerjaan membuat Iubang peti pengeras suara dan macam-macam pekerjaan Iainnya.

2. KETAM

Ketam ialah sebuah perkakas / alat untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. Ketam terdiri dari rumah ketam dan mata ketam. Rumah ketam ada yang dibuat dari kayu dan ada juga dari besi tuang. (gambar 1-29a dan 1-29b). Untuk rumah ketam dari kayu biasanya dipakai kayu berat, misalnya kayu sawo, kayu pasang. Lubang mata ketam bersudut 45°, terhadap bidang dasar rumah ketam dan Iebarnya disesuaikan Iebar mata ketam.
Untuk mengkokohkan mata ketam dengan rumah ketam digunakan baji. Supaya ketam dapat diatur maka pada mata ketam digagang Iidah, yang berguna pula untuk mematahkan sisa tatal.
Ketam yang sederhana terdiri dari rangka kayu, bagian mata ketamnya dibuat dari baja yang Iunak dan sisi tajamnya (cuttingedga) dari baja keras. Pada rangka ini dibuat Iubang bersudut 45° terhadap telapak rangkanya, lebar Iubang disesuaikan dengan mata ketam yang dipergunakan.
Karena ketam itu adalah alat untuk menyayat serat kayu, maka harus berat, apalagi kalau menyayat yang berlawanan dengan serat kayu, sehingga mata ketam akan menyayat lebih dalam Iagi. Untuk itu maka pada mata ketam dipasanglah Iidah (pematah sayatan) yang gunanya untuk mematahkan sisa pangetaman (tatal). Dengan dipasang Iidah pematah tatal maka tebal hasil ketaman dapat diatur.

Untuk mengokohkan rnata ketam dengan rangka (rumah ketam) dipasang baji.
Ukuran ketam ditentukan oleh lebarnya mata ketam yaitu dari ukuran 1″ sampai 2″. Mata ketam itu mempunyai sudut penajaman di antara 25° sampai 30° (gambar 1.32) atau kira-kira 2 X tebal mata ketam.
Adapun macam-macam ketam yang sering digunakan ialah:
1. Ketam pendek kasar (jack plane).
2. Ketam pendek halus (smooth plane).
3. Ketam panjanrg (jointer plane).
4. Ketam sponing (rabbet plane).
5. Ketam tongkat (spoke shave).

2.1. Ketam Pendek Kasar (Jack Plane)

Sesuai dengan namanya ketam ini gunanya untuk menghilangkan permukaan kayu yang kasar bekas penggergajian atau bekas pemotongan. Jadi hanya meratakan permukaan kayu yang bergelombang-gelombang tinggi saja.
Bentuk yang sederhana dari rangka (rumah) ketam inii terbuat dari kayu. Di Indonesia biasanya terbuat dari kayu sawo, pasang dan sebangsanya yang mengandung minyak (gambar 1.29).
Ukuran ketam ini panjang 20 cm, tinggi 6 cm dan Iebarnya tergantung dari Iebar mata ketam ditambah 1 cm. Bentuk rumah ketam ini ada bermacam-macam seperti bentuk ketam tanduk, bentuk ketam cina yang pada rangkanya diberi kayu melintang dan ada juga yang terbuat dari besi tuang (gambar 1.30).
Untuk ketam yang rumah ketamnya terbuat dari besi tuang selain harganya mahal, pada permukaan kayu hasil pengetaman terdapat goresan-goresan bekas sisi rumah ketam, terutama pada kayu lunak.
Lebar mata ketamnya biasanya berukuran dari 1″ sampai dengan 2″. Sudut penajaman antara 25° sampai dengan 30°, atau miring penajaman sama dengan 2 X tebal mata ketam (gambar 1.31.). Bagian sisi tajamnya (cutting edge) untuk ketam ini diasah agak bundar seluruh Iebarnya.

2.2. Ketam Pendek Halus

Ketam pendek halus ukuran dan bentuknya hampir sama dengan ketam pendek kasar. (gambar 1.32). Gunanya untuk menghaluskan permukaan kayu yang sudah diketam terlebih dahulu oleh ketam pendek kasar. Hasil pengetaman dengan ketam ini sangat halus, rata dan Iicin. Sudut penajamannya sama dengan ketam pendek kasar, hanya ada sedikit perbedaan, di kedua ujung sisi tajamnya (cutting edge) dibuat Iengkung sedang bagian tengahnya rata dan tegak lurus terhadap sisi ketam.

2.3. Ketam Panjang

Ketam panjang gunanya untuk mengetam kayu yang panjang-panjang supaya parmukaan kayu itu menjadi Iurus dan rata. Bentuk dari ketam panjang hampir sama seperti bentuk ketam pendek yaitu terdiri dari sebuah rumah ketam dari kayu yang dipasangi sebuah mata ketam dalam bentuk sudut 45°, mata ketamnya lebih Iebar daripada mata ketam pendek (gambar 1.44).
Keterangan gambar 1.44
1. Rumah-rumah ketam.
2. Dop (tombol) untuk mengatur mata ketam.
3. Lubang di mana mata ketam dipasang.
4. Baji dari kayu.
5. Mata ketam.
6. Pegangan ketam.
Sesuai dengan kegunaan ketam panjang, maka rumah ketamnya pun harus panjang kurang Iebih 60 cm. Pada bagian muka atas dari rumah ketam dipasang paku baja yang barkapala basar, biasanya dipakai paku kaling.
Paku tombol dipukul dangan palu untuk menaikkan atau membuka mata ketam. Sedangkan di atas bagian belakang mata ketam dipasang pegangan. Pada gambar 1.45 diperlihatkan cara pengetaman kayu tipis yang Iebih Iebar dari ketamnya, dimana keempat jari tangan kiri diletakkan di sisi kanan ketam, dan ibu jari di sebelah kirinya. Jika menarik kembali, ini tidak dilakukan dengan mengangkat bagian belakangnya sedikit seperti yang dilakukan pada ketam pendek, akan tetapi dimiringkan sedikit keluar. Maka dari itu sebaiknya pegangannya tidak dipasang tepat di tengah-tengah rumah ketam. Jika mengetam lurus pada pinggir papan, ibu jari kiri ditempatkan di bagian atas, dan ujung keempat jari yang Iain di bagian bawah kiri dari katam (gambar 1.46).

2.4. Ketam Seponing

Terdapat dalam dua macam bentuk ketam seponing yaitu:
1. Ketam seponing tetap.
Ketam seponing tetap, besarnya tidak dapat berubah. Rumah ketam seponing macam ini mempunyai berbagai ukuran besarnya, sesuai dengan mata ketamnya. Ketam ini hanya dapat dipergunakan membuat seponing pada sisi sudut yang searah dengan arah urat • kayu. (gambar 1.57).
2. Ketamseponing dapat diatur.
Ketam seponing ini dapat diatur Iebar dan dalamnya seponing yang dikehendaki yaitu dengan jalan menyetel pengatur dalam dan Iebarnya. (gambar 1.58). Ketam seponing dapat diatur mampunyai pisau muka dekat mata ketamnya, sehingga selain dapat digunakan untuk membuat seponing pada sisi sudut yang searah dengan arah urat kayu dapat pula ketam seponing ini dipergunakan untuk membuat seponing pada sisi sudut yang melintang dengan arah urat kayu di mana pisau muka kerjanya memotong / menyayat urat-urat kayu,

Ukuran Iebar mata ketam hampir sama dangan mata ketam biasa. Pada waktu mengeluarkan pisau ketam seponing tersebut dar) rumah katam dengan memukul baji penguat / peneguh mata ketam dengan palu besi kecil. Agar kaitan dekat kepala baji tidak belah maka harus dipukul oleh bagian badan dari palu.

2.5. Ketam Pinggir

Katam pinggir sebaliknya dari ketam saponing. Ketam pinggir tidak mempunyai pengatur ukuran, dan termasuk golongan ketam Iepas. Mata ketamnya tegak Iurus terhadap sisi rumah ketam. Untuk mengasah ketam ini harus tegak Iurus. Pengokoh kadudukan mata ketam adalah baji. Bagian bawah baji agak miring, untuk mengikis pengetaman ke kanan atau ke kiri, terutama untuk mengetam bidang yang tidak selebar mata ketamnya. Pada kedua samping ketam pinggir terdapat cowakan tembus, guna mengeluarkan sisa pengetam-an. Bagian bawah baji agak jauh Ietaknya dari mata ketam. Ujung mata ketam harus diletakkan sesuai dengan rumah ketam agar tidak menggetar waktu dipakai. (gambar 1.60).
Pemukul baji tidak usah keras-karas, untuk menjaga pecahnya rumah ketam bagian dekat cowakan.
Mata ketam yang baru dipasang kembali pada rumah ketam harus hati-hati meletakkan bajinya agar kedudukan mata katam tetap teguh dan tepat. Mengatur kedudukan mata ketam yaitu dengan memukul sisi rumah ketam yang berlawanan dan mata ketam yang menonjol dari kedua sisi rumah ketam 0,5 mm.
Ketam pinggir digunakan sebagai alat untuk, membersihkan / menghaluskan hasil pengetaman seponing yang masih kasar / kurang sempurna. (gambar 1.61a / 1.61b).

2.6. Ketam Cekung Dan Cembung

Ketam cekung dan cembung termasuk dalam golongan ketam Iepas bersifat tetap dan tidak mempunyai pengatur. Sepasang ketam macam ini terdiri dari berbagai ukuran. Lebarnya muiai dari 1/8″ sampai dengan 11/4″. Dipakai mengetam dengan bebas tidak bertangkai (gambar 1.64). Mata ketam bundar penajamnya dibuat Iebih bundar dari telapaknya, agar mencegah sudut ketam menyayat kayu. Sama pula halnya dengan ketam cekung penajamnya tidak begitu Iengkung. Rumah ketam macam ini diberi cowakan pada salah satu sisinya guna mengeluarkan sisa pengetaman.
Ketam cekung digunakan untuk mengetam sisi sudut dan bidang permukaan menjadi bundar atau cembung kebalikan dari mata ketamnya. Ketam cembung digunakan untuk mengetam sisi sudut dan bidang permukaan kayu menjadi cekung. Ketam cekung dan cembung ini sangat tepat untuk pekerjaan membuat alur-alur yang terdapat pada ambang air dan alur engsel pada kusen pintu dan jendala, juga pada pekerjaan-pekerjaan yang harus diberi alur atau dipinggul (gambar 1.65).

2.7. Ketam Alur / Bajak

Terdapat dua macam ketam ini, yaitu
1. Ketam alur / bajak tetap.
2. Ketam alur / bajak dapat diatur.
Ketam alur / bajak tetap tidak mempunyai pengatur Iebar. Sedangkan ketam alur / bajak dapat diatur, mempunyai pengatur Iebar dalamnya pengetaman (gambar 1.66).

Untuk mengatur ukuran Iebarnya yaitu dengan jalan memindahkan mur sepanjang tongkat berulir. Kedua tongkat itu harus distel hingga mencapai ukuran Iebar alur yang dikehendaki. Ada juga pengatur dengan sekrup dan mur kupu-kupu yang dijepitkan pada bidang ketamnya. Pengatur dalam alur terdiri dari dua sekrup yang dipasang tegak Iurus dan pada bagian atasnya terdapat cincin pemutar sekrup.
Telapaknya terdiri dari sehelai daun baja terbagi dalam dua bagian yang dipasang di samping rumah ketam. Bagian belakang mata ketam tidak dibuat selebar bagian mukanya, guna menghindarkan terjepitnya
alur yang diketam. Kedua ujung sisi mata ketam sedikit dibundarkan agar pengetaman tidak menyerut pinggiran.
Ukuran Iebar mata ketam mulai dari 4 sampai dengan 12 mm masing-masing dipasang pada satu rumah ketam saja, tidak seperti ketam pinggir.
Baji dibuat dalam bentuksedemikian rupa sehingga sisa pengetaman akan keluar berlawanan arah dari posisi yang mengatam. Baji tidak usah dipukul terlalu keras karena telapak baja dapat ikut serta keluar yang mengakibatkan tidak sama tingginya.
Lebih jeias Iagi bahwa sesuai dengan namanya ketam alur / bajak dipergunakan untuk membuat alur-alur, saperti pada pekerjaan penempatan papan panil.

2.8. Ketam Pipi

Sepintas bentuknya hampir sama dengan ketam pendak biasa, hanya ketam pipi dilengkapi dengan mata ketam kembar dan pisau muka serta pengatur Iebar dan pengatur dalam yang dipasang di pinggir rumah ketamnya.
Ketam pipi dipargunakan untuk pekerjaan mengetam pipi papan paniI yang dimiringkan dalam istilah Iain untuk mengetam “bossing” di mana ketam ini dapat memotong urat kayu karena adanya pisau muka yang berfungsi sebagai pemotong urat kayu. Selain itu, menyayat urat kayu dapat dikerjakan Iebih mudah.

2.9. Ketam Les
Ketam les ini disebut pula ketam profil, termasuk dalam golongan ketam yang bersifat tetap. Yang biasa dipakai bentuknya bermacam-macam.
Baji sebagai peneguh kedudukan mata ketam dibuat pada bagian bawah, sehingga sisa pengetaman dapat keluar di sebelah kanan ketam.
Sesuai dengan namanya ketam les dipergunakan untuk membentuk bidang sudut permukaan kayu sesuai dengan bentuk les / profil dari ketam les yang dikehendaki. (gambar 1.69 ).
Adapun pekerjaan yang selalu diberi les / profil seperti figura, ambang tiang kusen, daun pintu / jendela dan Iain-lain.

2.10 Ketam Alur Dan Lidah

Mata ketam alur dan Iidah ini berpasangan, ukuran ketamnya tidak berubah-ubah / barsifat tetap sesuai dengan bentuk mata ketamnya. (gambar 1.71). Mata ketam alur bentuknya hampir sama dengan mata ketam bajak, di mana pada bagian pinggir kokoh pasangannya. Sedang mata ketam lidah pada arah lebar digerakkan sedikit, ukuran mata ketam lebarnya disesuaikan dengan tebal papan yang akan dikerjakan.
Ukuran ketam alur dan lidah ini masing-masing
mulai dari 1/4″ sampai 11/2″ dengan kenaika ukuran berturut-turut 0,25 inci.
Ketam alur dan Iidah dipergunakan dalam pekerjaan-pekerjaan membuat sambungan. MemperIebar papan, misalnya papan gambar, papan panil, papan meja, dinding papan, Iantai tingkat dan sebagainya.

2.11 Ketam Tungkat
Rumah ketam dibuat dari baja tuang yang dilengkapi dengan sekrup untuk mengokohkan kedudukan Iidah dan mata ketam. Ketam tungkat mampunyai telapak yang pendek dan pada kedua sisinya terdapat dua buah pegangan tangan (gambar 1.72A dan1.72B) .
Ketam tungkat dipergunakan untuk mengetam bulat panjang, sisi Iengkung sisi cekung, baik yang buntu ataupun Iangsung.

2.12. Ketam Dasar Rumah

Ketam dasar terdapat dua macam yaitu :
1. Rumah katam yang terbuat dari balokkayu.
2. Rumah katam yang tarbuat dari baja
Ketam dasar mini dilengkapi dengan pengatur mata ketam dari sengkang baut mur kupu-kupu untuk mengokohkan mata ketamnya. Mata katam pada bagian bawahnya dibengkokkan membuat sudut 75° sehingga kayu pekerjaan benar-benar dapat terpotong olehnya.
Ketam dasar dapat dipergunakan untuk pekerjaan membersihkan / menghaluskan Iubang alur melintang, cowakan tembus dan buntu, cowakan liku-liku (zig-zag) dan sebagainya, seperti terdapat dalam konstruksi tangga dari kayu atau pada pekerjaan perkakas rumah tangga (gambar 1.74).

2.13. Ketam Gigi

Rumah ketam gigi mempunyai bentuk hampir sama dengan ketam pendek biasa, perbedaannya yaitu ketam gigi mata ketamnya dipasang tegak Iurus di atas telapak ketam. Pada mata ketam sebelah mukanya terdapat permukaan bidang berbentuk huruf V, maka disebut ketam gigi. Bila diasah akan terjadi mata sayatan yang bergigi (gambar 1.75).
Kegunaan dari ketam gigi yaitu untuk mengikis permukaan kayu yang berurat / berserat bolak-balik. Juga untuk mengetam sisi permukaan yang akan disambungkan dengan jalan direkat / dilem, agar perekat / lem dapat Iebih meresap ke dalam kayu dan sambungan akan terjadi rapat dan kuat.

2.1.2 Menggunakan Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu

1. GERGAJI

1.1 Cara mempergunakan gergaji tangan:
• Pada waktu memasang gergaji, gigi gergaji manyayat kayu harus diiakukan dengan tenang dan beraturan. (Menariknya dapat dilakukan Iebih cepat, dan pada waktu mendorong tekanlah sedikit pada kayu).
• Sebelum mulai melaksanakan penggergajian Iukislah garis batas di mana tempat gerigi gergaji akan memotong.
• Jepitlah kayu pekarjaan pada bangku kerja apabila menggergaji kayu yang keciI-keciI. ( gambar 1.9).
• Pada permulaan menggergaji, tempatkan daun gergaji di sisi kanan tepat letaknya pada tempat yang dimaksud. Kemudian daun gergaji membentuk sudut 45° terhadap permukaan kayu pekerjaan. (gambar 1.10).
• Tariklah daun gergaji ke belakang sehingga menggores kira-kira sedalam 3 mm pada sisi muka kayu pekerjaan.
• Potonglah kayu pekerjaan dengan mendorong dan menarik daun gergaji berulang kali.
• Perhatikan dan periksalah bahwa bidang daun gergaji harus selalu tegak pada permukaan kayu. (gambar 1.11)
• Pada akhir pemotongan, peganglah ujung yang terpotong supaya kayunya jangan robek dan pecah-pecah ( gambar 1.12 dan gambar 1.13).

1.2 Cara Menggunakan Gergaji Punggung:
• Selalu menggunakan gigi gergaji yang tajam.
• Tempatkan kayu pekerjaan pada satu staI klos penggergaji. (garnbar 1.17).
• Tempatkan gergaji di sudut kayu pekerjaan, dibantu dangan ibu jari tangan kiri. Ini gunanya agar gergaji Ietaknya tepat pada garis yang akan digergaji (gambar 1.17).
• Kira-kira tiga tarikan gergaji mambentuk sudut sekurang-kurangnya 25° turun berturut-turut sampai 0° terhadap bidang kayu pekerjaan. (gambar 1.18).
• Lakukan penggergajian selanjutnya, dengan kedudukan gergaji mendatar (sajajar) dengan permukaan kayu pekerjaan hingga selesai (gambar 1.19).

1.3.Cara Menggunakan Gergaji Tarik Dan Bentang

1.3.1. Cara menggunakan Gergaji Tarik
• Letakkan batang dolok atau balok kayu dalam posisi mendatar di atas kayu bantalan yang dipasang dekat kedua ujung kayu di atas tanah. (gambar 1.21).
• Pengerjaan pemotongan dolok atau balok kayu tersebut dilakukan . oleh dua orang yang satu sama lain bergantian saling menarik.
• Menarik gergaji sambil jongkok dengan
gerakannya saling berayun.
• Demikian selanjutnya melakukan penggergajian dengan tekanan yang merata, tarikan yang seimbang sampai dengan pemotongan batang dolok atau balok kayu itu putus.

1.3.2. Cara Menggunakan Gergaji Bentang
• Siapkan dua buah kuda-kuda panggergajian untuk meletakkan dolok atau balok kayu yang akan digargaji dalam posisi membelah.
• Dilakukan oleh dua orang, seorang mémagang gargaji di atas dolok atau balok kayu sambil bardiri dan yang seorang Iagi memegang gergaji di bawahnya sambil jongkok.
• Dalam menggerakkan gergaji kadua orang itu saling menarik bergantian mengikuti garis sipatan yang telah dilukis terlebih dahulu sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
• Panarikan gergaji bentang oleh kedua orang tersebut harus dengan tekanan yang merata agar tidak menyimpang dari garis penyipat yang telahditentukan.
• Gunakanlah baji-baji, agar daun gargaji tidak terjepit pada kayu yang sedang digergaji (gambar 1.22).
• Penarikan gergaji ke atas seolah-oIah gigi-gigi gergaji tidak ada penyayatan, tetapi waktu penarikan ke bawah gigi gergaji harus menyayat.

1.4. Cara Menggunakan Gergaji Bentang Ukuran Kecil

• Jepitlah kayu bahan yang akan dikerjakan pada catok yang terdapat di samping bangku kerja.
• Letakkan gerigi gergaji pada kayu tersebut 1 % panjang gergaji di sebelah kanan garis, sedang ibu jari tangan kiri diletakkan di bagian sisi sebelah kiri gergaji dan gergaji ditarik ke belakang dalam satu atau dua kali tarikan sehingga mendapatkan alur sayatan 3 mm.
• Sudut belah dibuat 25° berturu-turut turun hingga 0° mendatar.
• Melakukan penggergajian didorong dan ditarik sepanjang mata gigi gergaji.
• Tidak usah melakukan penggergajian dengan tekanan yang kuat, cukup saja didorong dan ditarik merata sehingga penggergajian sampai pada batas garis Iukisan yang telah ditentukan.

1.5.Cara Menggunakan Gergaji Gerek

• Tempatkan kayu pakeriaan pada bangku kerja dan teguhkan dengan manggunakan penjepit (kIen).
• Cara memegang tangkai gergaji gerek cukup dengan ibu jari dan tiga jari Iainnya saja. Sedang telunjuk diluruskan searah dengan gergaji.
• Doronglah gergaji dengan tekanan yang sama sepanjang geriginya kemudian gergaji ditarik kembali dengan gerakan yang ringan.
• Garis Iukisan pada kayu pekerjaan harus diperhatikan betul sehingga hasil penggergajian dapat tepat dan baik.
• Penyelesaian pekerjaan dilakukan dengan getaran tongkat. `

2. KETAM

2.1. Cara Menyetel Ketam (Mengatur Ketam)
Biasanya baik ketam pendek maupun ketam panjang, di atas mata ketamnya dilengkapi dengan Iidah ketam (pematah tatal sisa ketam).
Lidah ketam ini gunanya untuk memutuskan urat-urat kayu pengetaman sehingga bidang kayu yang diketam itu halus dan licin (tidak kasar). Lidah ini dipasang di atas meja ketam dengan sebuah sekrup, sehingga letaknya Iidah ketam tetap pada tempatnya. Lidah ketam itu dipasang (distel) terhadap sisi pemotong dan mata ketam kira-kira 0,8 mm 1,6 mm untuk ketam kasar dan 0,4 mm – 0,8 mm untuk ketam halus.
Supaya Ietaknya mata ketam itu tetap dan teguh pada tempatnya, maka mata ketam itu diperkuat dengan baji. Untuk rnendapatkan pengetaman (supaya ketam itu bekerja) maka mata ketam harus distel, sehingga keluar sedikit dari telapaknya. Bila mata ketam itu keluarnya sama rata dengan telapaknya, maka ketam itu tidak akan bekerja sedikit pun.

• Langkah-Iangkah Menyetel Ketam
o Sediakanlah dan aturlah mata ketam dengan Iidahnya (pematah tatal), sehingga sisi-sisi pemotong bebas dari sentuhan lidah ketam.
o 2. Setel Iidah ketam terhadap sisi pemotong mata ketam kira-kira 0,8 mm – 1,6 mm untuk ketam kasar atau 0,4 mm -0,8 mm untuk ketam halus, dan baut mur kencangkan sedikit agar Iidah ketam tetap kedudukannya (gambar 1.33).
o Taruhlah mata ketam tadi pada alur bangku kerja yang telah tersedia, sehingga mata ketam mempunyai kedudukan berapat ke pinggir sudut alur teguh (tetap stabil). Ambillah obeng tangan dan kencangkan skrup dan mur itu hingga cukup kencang.
o Pegang rumah ketam itu dengan tangan kiri, dan masukkan mata ketam berikut bajinya, dengan tangan kanan sehingga tepat pada kedudukannya (gambar 1.34).
o Tekan mata ketam berikut baji dengan ibu jari kiri pada Iubang ketam, dan dilihat apakah mata ketamnya sudah cukup keluar. (gambar 1.35).
o Jika belum cukup kaluar, pukullah ujung ketam sedikit demi sedikit dengan palu setelah itu pukullah baji untuk mengunci pada rumah ketam. (gambar 1-36).
o Bila terlampau banyak keluar ujung belakang dari dop besi rumah-rumah ketam kita pukul dengan palu, agar mata ketamnya naik ke atas. (gambar 1.37).
o Dengan jalan damikian dapatlah keluar baji dan mata ketamnya dari rumah-rumah ketam.
Catatan
Setiap menyetel dan mengeluarkan mata ketam harus selalu diusahakan ibu jari kiri menekan mata ketam agar mata katam tidak jatuh.
o Buatlah percobaan mengetam pada kayu yang tidak dipakai (kayu bakas) apakah hasil penyetelannya dan hasilnya cukup baik (tidak terlalu kasar) apabila masih belum sempurna aturlah seperti langkah-langkah di atas.

• Langkah-Iangkah untuk Mengatur Naik atau
Membuka Mata Ketam

o Pegang rumah ketam itu dengan tangan kiri dan masukkan mata ketam berikut bajinya dengan tangan kanan hingga tepat pada kedudukan yang sebenarnya, kemudian tekan dengan ibu jari ketam tadi pada lubangnya.
o Pandanglah seluruh telapak ketam dan Iihatlah mata ketamnya sudah keluar atau belum dan aturlah keluarnya mata ketam secukupnya. (gambar 1.47).
o Pukullah (kencangkan) baji pengunci mata ketam sedikit demi sedikit sahingga kedudukan mata ketam tetap/tidak berubah. (gambar 1.48).
o Untuk menaikkan kembali mata ketam atau akan mengeluarkannya, maka kita tinggal memukul knop (tombol) secukupnya, sedangkan tangan kiri tetap memegang rumah ketam dengan ibu jari menekan mata katam. (gambar 1.49).

2.2. Langkah-Iangkah Pengetaman

o Telitilah kayu yang akan diketami, apakah bebas dari paku, pasir atau kotoran Iain yang dapat merusak mata ketam.
o Letakkan kayu yang akan dikerjakan pada bangku kerja, dengan bidang cekung merapat pada meja kerja supaya kedudukan kayu stabil pada waktu mengadakan pangetaman (gambar 1.43.1).
o Pegang ketam seperti nada (gambar 1.43.2) untuk ketam pendek.
o Ketam muka Iebar (bidang I) dengan posisi kuda-kuda agar tenaga cukup tercurahkan pada pekerjaan dimana ketam dipegang di atasnya.
o Ketamlah berulang kali hingga permukaan kayu Iurus rata dan Iicin, perhatikan arahnya urat-urat kayu.
o Perhatikan dan pariksa hasil kétaman dengan siku-siku atau’mistar panyipat dan berilah tanda paring bila sudah baik (gambar: 1.43.3).
o Jepitlah kayu yang akan dikerjakan (gambar 1.43.4) dan ketamlah sisi tebal (bidang II) dengan Iangkah-Iangkah saperti 1.43.4 hingga Iurus rata dan siku terhadap bidang I (muka Iebar yang sudah diketam) dan berilah tanda garis (paring ke II).
o Tarik garis parusut untuk menantukan lebar yang dimaksud (gambar 1.43.5).
o Ketam sisi tebaI (bidang IV) sampai setengah garis perusut Iurus rata dan siku.
o Tarik garis perusut untuk menentukan tebal kayu.
o Ketam muka Iebar (bidang III) sampai garis perusut rata Iurus dan siku pada bidang II (sisi tebal) dan bidang IV.
o Pekerjaan selesai.

• Cara Memeriksa Hasil Pengetaman

Untuk memeriksa hasil pengetaman apakah kayu yang diketam itu sudah rata benar, maka perhatikan hal-hal yang tersebut di bawah ini :
o Apakah kayu dalam jurusan memanjang sudah Iurus? Ini dilakukan dangan. Membidik pada sepanjang pinggiran kayu pekerjaan (gambar 1.54).
o Untuk mengetahui apakah kayu dalam arah melintang sudah rata apalagi pada kayu yang Iebar. Ini dilakukan dengan meletakkan sayap dari sebuah siku-siku tegak Iurus pada kayu tadi. Dengan melihat ke arah datangnya cahaya, dapat terlihat apakah permukaan kayu tadi, sudah rata terhadap sayap ini. (gambar 1.55).
o Apakah permukaan yang sudah ketam Iurus dan rata betul? Untuk memeriksa ini kita pakai sepasang mistar kayu, yang terdiri dari dua alat yang panjangnya kira-kira 40 cm Iebarnya bawah 3 cm, dan tebal bagian atas 5 cm. (gambar 1.56).

Catatan
Bila kayu pekerjaan itu Iebih panjang, maka Ietaknya alat ini pada beberapa tempat di permukaan kayu pekerjaan dengan menunjukkan satu garis pandangan (gambar 1.56).

2.1.1. Cara Menggunakan Ketam Pendek

• Faktor yang penting sekali memeriksa mata ketam tajam / tidaknya dan baik / tidaknya.
• Sikap yang agak sesuai dengan pekerjaan waktu mengetam, kaki kiri ke muka sedikit sejajar dengan bangku kerja, tangan kanan memegang belakang rumah ketam yang bundar itu, jari kanan sikapnya sejajar dengan rumah ketam, sedangkan tangan kiri memegang bagian muka ketam sehingga ibu jari dan keempat jari Iainnya ada di bagian muka dari rumah ketam, kelilingnya kira-kira 1 cm dari benda pekerjaan. (gambar 1.38).
• Pada permulaan mengetam, tangan kanan hanya mendorong ke muka, sedangkan tangan kiri di muka rumah ketam menekan ke bawah sambil mendorong ke muka. (gambar 1.39).
• Setelah ujung pertama dari benda pekerjaan Iewat diketam, tekanan tangan kanan dan tangan kiri bersama-sama menekan ke bawah dan mendorong ke muka sepanjang muka kayu. (gambar 1.40).
Catatan
Untuk menguatkan pada tiap~tiap dorongan ketam, bagian badan atas dibengkokkan sedikit ke depan dan kita berdiri di belakang ketam.
• 5. Pada ujung terakhir dari kayu pekerjaan, tangan kanan yang ditekan, dan kalau sudah akan melewati ujungnya, maka tangan kiri (muka ketam) sedikit diangkat, untuk menghindarkan supaya tidak bundar bidang kayu yang diketam. (gambar 1.41).
• Pada akhir dari tiap-tiap dorongan ketam, angkatlah bagian belakang ketam itu sedikit, gunanya untuk melepaskan sisa pengetaman dari kayu dan seterusnya dalam sikap ini. Jadi dengan bagian muka dari telapaknya tertekan pada benda pekerjaan. (gambar 1.42).
Catatan
Apabila ketam untuk sementaka waktu tidak dipakai, Ietakkanlah ia pada aIur bangku kerja dengan mata ketamnya (telapak ketam) menghadap ke pinggir alur sedemikian rupa sehingga mata ketam aman dari sentuhan benda-benda keras ataupun tangan pekerja.
Jika ketam untuk waktu agak lama tidak dipakai, sebaiknya mata ketam tadi diamankan dengan cara pukul kembali sedikit ke dalam rumah-rumah ketam.

2.1.2 Cara Menggunakan Ketam Panjang

• Seperti halnya cara memakai ketam pendek dalam kedudukan tegak sikap yang mudah dan sesuai dengan pekerjaan. Kaki kiri ditempatkan ke muka sedikit sejajar dengan bangku kerja. Tangan kanan memegang pegangan ketam yang berada di atas rumah ketam, sedangkan tangan kiri memegang bagian muka. (gambar 1.50).
• Pada permulaan dorong ketam, tangan kanan hanya mendorong ke muka tangan kiri menekan ke bawah. (gambar 1.51).
• Setelah ketam berada di sepanjang kayu pekerjaan, tekanan tangan kiri bersama-sama menekan ke bawah sambil mendorong ke muka. (gambar 1.52).
• Pada ujung pekerjaan bagian belakang dari kayu, tangan kanan menekan sambil mendorong ke muka, sedangkan tangan kiri hanya membawa saja ke muka. (gambar 1.53).
Catatan
Jika menarik kembali, ini tidak dilakukan dengan mengangkat bagian belakangnya sedikit seperti yang dilakukan pada ketam pendek akan tetapi dimiringkan sedikit keluar.

2.1.3. Cara Menggunakan Ketam Seponing

• Sebelum pekerjaan dimulai, periksa dahulu, mata ketam harus dalam keadaan tegak lurus dan tajam.
• Tempatkan mata ketam dalam rumah ketam, kokohkan dengan baji kayu. Pukul oleh palu besi ukuran kecil pada kepala bajinya.
• Ketamlah sisi sudut permukaan kayu, tangan kanan memegang ujung belakang ketam, tiga jari menempel sebelah kiri dikenakan pada kayu pekerjaan dan jari telunjuk menahan ujung depan ketam seponing tersebut.
• Waktu pengetaman awal pekerjaan dan tengah-tengah pada akhir pekerjaan ditekan sambil diangkat sedikit ke atas sampai batas yang ditentukan. Maka akan didapatkan hasil pengetaman seponing yang rata, halus dan tegak Iurus.

2.1.4. Cara Menggunakan Ketam Pinggir
• Langkah pengerjaan ketam pinggir ini tidak jauh berbeda dengan katam seponing.
• Pada bidang hasil pengetaman seponing yang bersudut siku. Ketam pinggir dipegang dalam posisi dan sikap yang seharusnya.
• Sikap dan kedudukan ketam ini harus tegak supaya pengataman baik dan bersudut siku-siku.
• Mengetam suatu bidang seponing serong mata ketam diundurkan sedikit dari sisi ketam.
• Untuk mengetam seponing yang bolak balik urat kayunya dengan jalan mata ketamnya dibalikkan sehingga hasil pengetaman akan Iebih halus dan licin.
• Dalam mengerjakan bidang seponing yang lengkung kita gunakan ketam pinggir bertelapak Iengkung. (gambar 1.62). Sedangkan untuk mengerjakan bidang berupa aluran tengah-tangah kayu dapat digunakan ketam pinggir pembersih yang khusus.

2.1.5. Cara Menggunakan Ketam Cekung Dan Cembung

Sebenarnya cara menggunakan ketam cembung ataupun ketam cekung tidak jauh berbeda dengan ketam pinggir.
• Tempatkan ketam cekung atau cembung pada kayu pekerjaan sesuai dengan ukuran yang ditentukan.
• Posisi dan sikap mengetam harus benar-benar tepat dan baik.
• Dorong ketam ke depan dengan tekanan merata, menarik ketam ke belakang dengan gerakan yang ringan dan seterusnya.

2.1.6 Cara Menggunakan Ketam Alur / Bajak

• Periksa terlebih dahulu keadaan aIat.
• Penyetelan pengatur Iebar dan dalam disesuaikan dengan Ietak ukurannya pada kayu pekerjaan yang akan dibuat alur.
• Langkah pengerjaan tidak jauh berbeda dengan ketam seponing ataupun ketam pinggir.
• Ketamlah kayu pekarjaan mulai dari ujung sebelah depan kayu pekerjaan selanjutnya berturut-turut mendorong ketam ke depan.
• Pengetaman alur yang dalam dikerjakan oleh dua orang, dalam posisi mendorong dan menarik secara berangsur-angsur.

2.1.7. Cara Menggunakan Ketam Pipi

• Lukiskan bidang pipi yang akan diketam (gambar 1.67).
• Aturlah Iebar pipi dengan menyetel pengatur Iebar. •
• Aturlah dalamnya pengataman melalui pengatur dalam.
• Aturlah pisau muka sehingga berfungsi memotong urat kayu.
• Mulailah sebagian bidang pipi diketam dengan ketam biasa.
• Letakkan ketam pipi dalam posisi yang seharusnya, sehingga sisi tegak dari bidang pipi dapat diketam siku terhadap papan panil.
• Pengetaman dengan ketam pipi dimulai dengan memotong urat kayu, hanya perlu diingat bahwa pisau muka tidak melebihi bagian bidang pipi yang searah urat kayu.
• Barulah ketam pipi mengetam bidang pipi yang searah urat kayu. (gambar 1.68).
• Bagian dari hasil pengetaman ketam pipi diperiksa dengan kayu yang telah diketam alur.

2.1.8. Cara Menggunakan Ketam Les

• Gunakanlah mata ketam yang sesuai dengan bentuk profil telapak rumah ketam yang dikehendaki.
• Cara meletakkan ke tam les/ profil terhadap kayu pekerjaan harus dalam sikap dan posisi yang tepat.
• Mulailah mengetam les seperti langkah pengerjaan pada ketam saponing dan kétam pinggir. (gambar 1.70).

2.1.9. Cara Menggunakan Ketam Alur dan Lidah

• Pasanglah mata katam alur dan Iidah pada rumah ketam yang dikuatkan dengan baji kayu.
• Sesuaikan ukuran tebal papan pekerjaan dengan mata ketam yang akan dipakai.
• Langkah pengerjaan dalam penggunaan ketam alur dan Iidah ini tidak jauh berbeda dengan ketam alur / bajak.

2.1.10 Cara Menggunakan Ketam Tungkat

• Tempatkan mata ketam dan Iidahnya pada rumah ketam dengan diteguhkan oleh baut sekrup.
• Ketamlah kayu pekerjaan dengan kedua tangan memegang pegangan sahingga telapak ketam menyentuh pada permukaan kayu yang akan diketam.
• Doronglah ketam tungkat ke depan dengan tekanan merata dan dilakukan secara berturut—turut hingga mencapai hasil pengetaman yang dikehendaki (gambar 1-73A dan 1-73B).
Mata ketam yang dirasakan sudah tumpul perlu diasah. Walaupun bentuk mata •ketam ini pendek bila dibanding dangan mata ketam biasa, tetapi cukup berbahaya pada waktu diasah maka sebaiknya mata katam Iidah itu dijepit pada sepotong kayu pemagang.

2.1.11. Cara Menggunakan Ketam Dasar

• Stel penempatan mata ketam pada rumah ketam dengan cara memasukkan mata ketam dasar ke dalam alur pekerjaan sampai ukuran dalam yang ditentukan. Kencangkan mata ketam itu dengan sengkang baut mur kupu-kupu.
• Ketamlah permukaan alur / cowakan benda pekerjaan dalam posisi memotong ataupun menyayat urat kayu dan kedua tangan tetap memegang pegangan ketam sambil mendorong dengan tekanan yang merata.
• Pengetaman dengan ketam dasar terIebih dahulu dikerjakan pemotongan dengan menggunakan gergaji. Mata ketam disesuaikan dengan bentuk aIur / cowakan yang akan dibuat fungsi ketam dasar adalah untuk manyelesaikan pekerjaan.

2.1.12. Cara Menggunakan Ketam Gigi

• Periksalah dahulu penyetelan mata ketam pada rumah ketamnya terhadap gigi halus dan kasar yang akan dipakai sesuai dengan pekerjaan yang dikehendaki.
• Pengetaman dengan ketam gigi, ketamnya dipegang dalam posisi membentuk sudut 45° terhadap arah urat kayu, pengetaman harus dalam keadaan searah urat kayu, Iangkah selanjutnya tidak jauh berbeda dengan pengerjaan pengetaman menggunakan ketam pendek kasar.
• Lakukan pengetaman dengan teratur sehingga pengikisan bidang permukaan kayu mencapai hasil pengetaman yang dikehendaki.

2.2.1. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.2.2. Perawatan Peralatan Tangan Pekerjaan Konstruksi Kayu

1. GERGAJI

1.1. Memelihara Dan Menajamkan Gergaji Tangan

Yang harus diperhatikan ialah daun gergaji tangan itu harus mendapat pemeliharaan dan perawatan yang baik. Setiap akan melakukan penggergajian, mula-muIa keadaan mata gigi gergaji diperiksa apakah tumpul, penguakannya kurang atau rusak. Yang akan mengakibatkan kurang sempurnanya hasil penggergajian. Juga pada waktu akan menyimpan alat-alat tersebut harus selalu dibersihkan dulu dari segala
kotoran kemudian diberi minyak / oIie supaya tidak dimakan karat.

• Alat-alat parlengkapan yang perlu disediakan untuk merawat gergaji tangan ialah:
1. Penjepit gergaji.
2. Gegep kuak atau plat baja penguak.
3. Alat untuk meratakan gigi gergaji ialah kikir sagi empat.
4. Alat pengasah mata garigi gergaji yaitu kikir segi tiga.

• Perawatan yang harus dilakukan ialah :
1. Meratakan gigi sama tinggi.
2. Menyamakan bentuk gigi.
3. Menguak / memekarkan gigi gergaji pemotong.
4. Mengikir mata gigi gergaji pamotong.
5.Mengikir mata gigi gergaji pembelah.

• Cara Meratakan Gigi Sama Tinggi
o Tempatkan gergaji pada besi penjepit dengan posisi pemegangan tangkai di sebelah kanan.
o Gunakanlah kikir segi empat rata dan diletakkan di atas gigi sepanjang gergaji.
o Mulai mengikir dari awal hingga akhir sampai dengan batas tinggi. mata gergaji yang rusak / terendah bila dibanding dengan gigi Iainnya, mengikir dengan tekanan yang ringan mundur maju sehingga bidang kikir menyentuh tiap puncak gigi gergaji. (gambar 1.25).

• Cara Menyamakan Bentuk Gigi
o Letakkan miringnya kikir sehingga masuk ke dalam ruangan gigi gergaji (gullet).
o Mengikir melintang dan tegak lurus pada daun •gergaji. (gambar 1.26),
o Mengikir hingga mencapai sisi atas gigi gergaji yang telah sama tinggi.
o Mengikir ruangan gigi (gullet) berikutnya hingga sama rata dengan ruangan gigi Iainnya sampai runcing atau bartemu pada satu titik.
o Semua ruangan gigi dikikir sampai
sama dalamnya dan menghasilkan bentuk gigi yang sama pula.

• Cara Menguak / Memekarkan Gigi
o Letakkan gergaji pada penjepit gergaji dengan posisi pemegangan di sebelah kanan.
o Mengatur gegep kuak sesuai dengan bukaan gerigi gergaji yang diperlukan, dalamnya set tergantung kasar dan halusnya gigi maximum setengah tinggi gigi gergaji. .
o Lebih praktis bila menggunakan penguak gergaji dari plat baja. (gambar 1.27).
o Letakkan gegep penekan tepat pada dalam pusat gigi-gigi.
o Tekan pegangan gegep penguak dengan tekanan yang sama.
o Bila menggunakan plat baja penguak, tekanlah tangkainya ke bawah dengan tekanan yang sama pada tiap gigi.
o Dengan melewati satu gigi mekarkan gigi berikutnya.
o Ulangi Iangkah 3.4 dan 3.5 hingga sampai pegangan gergaji.
o Buka gergaji dari penjepitnya dan putar sehingga pegangan gergaji berada di sebelah kiri dan jepit kembali.
o Dimulai dangan melcwati gigi yang telah dimekarkan, mulailah membuka gigi-gigi gergaji yang belum dikuak, cara kerja selanjutnya sama separti semula hingga sampai ujung gigi.

• Bentuk Kikir Yang Dipergunakan

Gunakanlah kikir bentuk segi tiga tirus ke ujung, ukuran kikir ditentukan menurut banyaknya puncak gigi dalam tiap inci.
Untuk gergaji pamotong yang mempunyai 5 titik puncak tiap inci dipakai kikir 6″ dan untuk 6 , 7 , 8 dan 9 titik puncak tiap inci dipakai kikir yang panjangnya 4″. Sedang untuk gergaji pembelah yang mempunyai jumlah titik puncak 4 buah tiap inci dan yang Iebih kasar Iagi dapat dipakai yang panjangnya 6″.

Cara Mengikir Mata Gerigi Gergaji Pemotong :
o Tempatkan gergaji pemotong pada penjepit dengan pegangannya di sebelah kanan dan gigi di sebelah atas. Ingat bahwa jarak dari dasar gullet sampai atasnya penjepit tidak melebihi dari 3 s/d 5 mm.
o Periksa gigi yang pertama dari sebelah kiri supaya mekarnya ke depan.
o Letakkan kikir pada cowakan gigi (punggung gigi) didorong ke muka membentuk sudut 65° menuju pegangan gergaji, tetapkan kikir sesuai dengan ruangan gigi atau gullet sehingga jangan bargoyang ke kiri atau ke kanan. Jagalah supaya tekanan sama waktu mengikir pada semua gigi.
o Tekanan waktu mengikir hanya pada waktu mendorong ke muka.
o Selanjutnya pengikiran melewati satu ruangan gigi ke kanan.
o Lanjutkan pengikiran sampai gigi akhir dekat pegangan.
o Buka gergaji dari penjepit kemudian putar hingga pegangan gergaji berada di sebelah kiri.
o Mulai Ietakkan kikir dalam cowakan gigi pada punggung gigi yang dimekarkan menjauhi kita dan doronglah ke muka dengan sudut 65° menuju pegangan gergaji.
o Selanjutnya pengikiran melewati satu ruangan gigi ke kiri sampai selesai.

Cara Mengikir Mata Gigi Gergaji Pembelah
o Mengikir gergaji pembelah sama dengan cara mengikir gergaji pemotong, yaitu meletakkan kikir pada cowakan gigi atau pada punggung gigi yang dikuakkan menjauhi kita (mekar ke depan).
o Tetap meletakkan kikir dalam posisi tegak Iurus (90°) terhadap daun gergaji.

2. KETAM

2.1. Memelihara Dan Menajamkan Mata Ketam

Yang menentukan baik buruk hasil pengetaman dan kasar halusnya suatu pekerjaan, ialah tergantung mata ketam yang digunakan. Cara memelihara mata ketam ialah dengan membersihkan dan mengasahnya sebelum dan sesudah dipakai. Lebih-Iebih alat pengasah mata ketam bisa memakai gerinda atau batu asah biasa.

2.1.1. Mengasah Mata Ketam Pada Gerinda

Mata ketam yang sudah terlalu tumpul dan dalam keadaan rusak / tidak rata lagi serta tidak siku terhadap sisinya atau cembung bevelnya sebaiklah digerinda terlebih dahulu sebelum digosok pada batu asah. Gerinda ada dua macam yaitu gerinda tangan yang diputar dengan engkol dan berputar pada bejana yang diisi air, dan ada pula gerinda mesin.
Apabila mengasah pada gerinda mesin mata ketam harus sering-sering dimasukkan ke dalam air yang telah disediakan agar tidak cepat panas / terbakar dan aus. Demikian pula penekanan terhadap gerinda jangan terlalu keras sehingga mata ketam akan mudah terbakar.
Bila mata ketam sudah berubah bentuk, mengakibatkan lembek dan tidak boleh dipakai.

• Alat-alat Perlengkapan Yang Harus Dipersiapkan
1. Kacamata untuk pencegah pancaran api terhadap mata kita.
2. Siku-siku sebagai alat pemeriksa mata ketam.
3. Siku goyang sebagai alat pemeriksa sudut bevel mata ketam.

• Cara Mengasah Mata Ketam Pada Gerinda
o Pegang mata ketam dengan disandarkan pada sandaran gerinda.
o Mulai dari sudut digeserkan ke tengah hingga ke sudut satu Iagi berulang kali digeserkan ke kiri ke kanan dalam keadaan gerinda berputar.
o Selalu diperiksa bahwa sudut bevel mata ketam dalam posisi 25° -30°miringnya (gambar 1.77).
o Untuk mata ketam kasar letaknya agak dilengkungkan sedang mata ketam halus cukup sudutnya ditumpulkan dan matanya lurus / rata.
o Pula mata ketam apakah telah siku terhadap sisinya .
o Bila bram (serbuk baja yang belum lepas telah membalik terhadap bidang atas mulailah digosok pada batu asah.
o Pada gerinda mesin terdapat alat pegangan mata ketam dan dapat diatur sesuai dengan posisinya.
o Perhatikan jangan sampai mata ketam terbakar.

2.1.2. Mengasah Mata Ketam Pada Batu Asah

Untuk mendapatkan mata ketam yang tajam dan halus, tidak cukup hanya diasah pada gerinda. Tetapi harus digosok Iagi dengan batu asah. Batu asah ,terdiri dari dua Iapis, bagian yang kasar dan halus. Untuk mata ketam yang dianggap tumpul, langsung digosok dengan batu asah bagian kasar. Kemudian dihaluskan dengan bagian yang halus. Untuk mata ketam hasil digerinda dapat Iangsung diasah dengan bagian yang halus.

• Cara Menggosok Mata Ketam Pada Batu Asah
o Pegang mata ketam yang akan diasah dengan keempat jari, tangan kiri berada di bagian atas sedang ibu jarinya di bagian bawah.
o Mata ketam didorong dan ditarik ke muka dan ke belakang dengan tidak berubah posisi sudut bevel dari mata ketam.
o Penggosokan mata ketam harus merata pada seluruh bidang batu asah, agar batu asah terhindar dari cekung sebelah.
o Setiap menggosok mata ketam harus diberi minyak pelumas dan penekanan tidak terlalu keras.
o Periksalah hasil penggosokan mata ketam dengan diraba apakah sudah halus dan tajam.

2.2. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengetam

• Pada permulaan mangetam jangan dipasang mata ketamnya terlalu banyak keluar, sebab memukul mata ketamnya Iebih masuk, adalah Iebih mudah daripada menariknya kembali. Menarik ketam kembali (mengatur Iebih halus) boleh dilakukan dangan jalan memukul rumah ketam itu pada bagian belakangnya (tumitnya) dengan sebuah palu baji, sambil memegang rumah ketam dan bajinya dengan tangan kiri. Bajinya jangan dipasang terlalu kuat, karena dengan pukulan yang keras rahang dari balik ketam (rumah ketam) mudah akan pecah.
• Jagalah supaya bagian sebelah belakang dari mata ketamnya bagus Ietaknya dalam rumah-rumah, terutama bagian atas dan bawahnya untuk menjaga agar mata ketam tidak akan bergetar waktu dipakai (diadakan pengetaman) dan ini akan terletak pada permukaan. Hasil pengetaman sebagai ombak-ombak kecil.
• Jika waktu mengetam mata ketamnya tersumbat, janganlah dicoba mengeluarkan sisa pengetaman (tatal) dangan sebuah benda dari besi, seperti dengan paku, sebab dapat merusak mata ketam.
• Baji atau pangunci mata ketam harus dibentuk sehingga tidak menahan sisa pengetaman.
• Hati-hati pada waktu membuka atau memasang skrup lidah ketam, jangan sampai terpeleset karena sisi mata ketam itu sangat tajam.

2.3. Peralatan Listrik Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.3.1. Mengenal Peralatan Listrik Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.3.2. Menggunakan Peralatan Listrik Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.3.3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Peralatan Listrik Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.3.4. Perawatan Peralatan Listrik Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.4. Peralatan Mesin Tetap Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.4.1. Mengenal Peralatan Mesin Tetap Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.4.2. Menggunakan Peralatan Mesin Tetap Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.4.3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Peralatan Mesin Tetap Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.4.4. Perawatan Peralatan Mesin Tetap Pekerjaan Konstruksi Kayu

2.5. Peralatan Perawatan Mesin Kayu

2.5.1. Mengenal Peralatan Perawatan Mesin Kayu

2.5.2. Menggunakan Peralatan Perawatan Mesin Kayu

2.5.3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Peralatan Perawatan Mesin Kayu

2.5.4. Perawatan Peralatan Mesin Kayu

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

BOR

Bagian Penting Mesin Bor
Dengan fungsi tunggal yang bisa dilakukan dengan mesin bor, bagian-bagian penting mesin ini tidak terlalu banyak dan cukup mudah dimengerti. Presisi dan kestabilan merupakan kunci penting untuk mendapatkan hasil yang baik dari sebuah mesin bor baik bor horisontal maupun mesin bor vertikal.

Pergeseran 1 mm pun akan membuat kontruksi kayu menjadi rusak dan tidak terbentuk sebagaimana yang direncanakan.

Bagian utama mesin bor (dengan mata bor tunggal) terdiri dari:
Dasar Mesin: Sebagai dudukan mesin pada penempatannya di atas meja kerja atau lantai kerja.
Meja Kerja: Untuk meletakkan benda kerja. Meja kerja bisa dirubah posisi ketinggiannya untuk menyesuaikan kedalaman lubang dengan menggunakan pengunci meja kerja.
Tuas Penggerak: Tuas ini untuk menggerakkan mata bor ke arah benda kerja. Panjang dan kedalaman bisa diatur dari tuas ini dengan cara menentukan ukuran penghenti.

Mesin bor horisontal memiliki bagian mesin yang hampir sama dengan mesin bor vertikal. Dengan 2 sistem dasar mesin bor tersebut, terdapat mesin kombinasi yang memiliki lebih dari satu poros mata bor. Mesin sangat efektif ketika produksi masal terutama untuk produksi perabot knock down menggunakan papan buatan yang membutuhkan banyak sekali lubang untuk kontruksi dowel.

Tips pemakaian mesin bor:
1. Buat titik pusat lubang pengeboran dengan paku sebagai penandaan sehingga ujung pusat mata bor lebih mudah ‘menemukan’ jalurnya. Cara ini direkomendasikan untuk pengeboran dengan jumlah kecil.

2. Ikat benda kerja dengan kuat terhadap meja kerja sehingga tidak mudah bergeser.

3. Gunakan stopper penghantar yang baik pada meja kerja. Permukaan yang kurang rata dan halus akan mempengaruhi posisi center pengeboran.

4. Pastikan bahwa mata bor terikat kuat dan benar pada rumah mata bor.

5. Selalu gunakan mata bor yang masih tajam.
Berbagai Jenis Mata Bor & Fungsinya
Mata bor adalah alat yang paling ideal untuk membuat lubang yang rapih dan presisi. Bisa digunakan pada bahan kayu, plastik ataupun logam. Banyak jenis dan ukuran lubang yang bisa dibuat dengan menggunakan bor, akan tetapi dengan mempertimbangkan ukuran lubang dan jenis bahan kita perlu menggunakan mata bor yang tepat.

Selain itupun jenis bahan pembuat mata bor juga menentukan kualitas hasil pelubangan. lebih keras logam pada mata bor akan lebih halus hasil pengeboran.

Twist Bits
Jenis mata bor yang paling banyak digunakan dan cukup universal fungsinya. Bisa digunakan menggunakan mesin bor tangan atau mesin bor duduk baik secara horisontal maupun vertikal. Mata bor ini bisa untuk membuat lubang pada bahan kayu, plastik atau logam.
Biasanya tersedia dalam ukuran ∅ 4 – 12 mm. Lebih baik buat sebuah titik pusat menggunakan paku atau sekrup untuk arahan mata bor ini ketika anda menggunakan mesin bor tangan.

Masonry Bits
Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu. Digunakan dengan mesin bor pada setelan martil (gerakan bir bergetar seperti ketukan martil) dan pada ujung mata bor terdapat logam keras sebagai pemotong. Biasanya tersedia dalam ∅ 4-15mm dan mata bor lebih panjang daripada twist bits (300 – 400mm).

Spur Bits
Dikenal sebagai mata bor kayu dengan ujung mata bor runcing pada bagian tengahnya dan pisau pengiris pada bagian kelilingnya. Ujung runcing di tengah berfungsi untuk menjaga agar mata bor tetap lurus sehingga lubang yang dihasilkan presisi dan dengan ∅ yang sama.
Ukuran ∅ yang tersedia sekitar 6-15mm.

Countersink bits
Mata bor ini bersudut 90° pada ujungnya dan berfungsi untuk membuat lubang 45° terhadap permukaan kayu. Biasanya dipakai pada saat membuat lubang untuk kepala sekrup agar permukaan sama rata dengan kayu. Mata bor ini bisa berdiri sendiri dan ada juga yang terpasang langsung dengan mata bor utama untuk membuat lubang sekrup.

Forster Bit
Yaitu mata bor yang berfungsi untuk membuat lubang engsel sendok. Paling baik apabila dioperasikan dengan mesin bor duduk yang lebih stabil. Karena apabila menggunakan mesin bor tangan akan sulit untuk mengendalikan kestabilan posisi mata bor dan lubang yang dihasilkan kurang berkualitas.
Diameter yang tersedia mengikuti standar diameter engsel sendok, dari 15, atau 35 mm.

Hole Saw Bits
Lebih tepat mungkin kita sebut gergaji lubang karena bentuk mata bornya yang seperti gergaji dengan diameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berdiameter antara 25 – 60mm.

Menggunakan Pahat Kayu
Sangat penting untuk menggunakan alat kerja manual dengan benar dan aman. Akan bermanfaat mempercepat proses kerja dan menjaga kualitas hasil kerja. Berikut ini cara menggunakan pahat dengan benar dan aman.

Gunakan dengan Tepat:
• Gunakan jenis pahat yang tepat untuk pekerjaan yang sedang anda lakukan. Ada 3 jenis penampang pahat dengan fungsi yang berbeda. (1) penampang lebar khusus untuk membersihkan/perataan permukaan; (2) penampang trapesium untuk membuat lubang atau alur; (3) penampang balok untuk membuat lubang pen yang dalam.
• Selalu jaga ketajaman pahat. Sudut asah yang baik adalah 25 derajat, dan sudut ketajaman (ujung pahat) yang ideal 30 derajat.
• Jangan pernah mencoba memotong terlalu banyak atau terlalu dalam. Pekerjaan ini bisa mengakibatkan pahat patah dan beresiko terhadap keselamatan kerja.
• Selalu ikat benda kerja pada meja atau bangku menggunakan ‘clamp’ dan perhatikan agar posisi ‘clamp’ tidak mengganggu proses kerja.
Dengan cara yang aman:
• Selalu pegang pahat pada bagian belakang dan selalu jaga posisi kedua tangan pada bagian belakang pahat.
• Ikat benda kerja dengan menggunakan klem sehingga tidak bergerak.
• Selalu posisikan kedua kaki anda di atas lantai.
• Pasang penutup/pengaman mata tajam pahat ketika sedang tidak digunakan.
• Selalu pakai kacamata pengaman pada waktu bekerja menggunakan pahat untuk menghindari serpihan kayu.
• Jangan pernah meletakkan ataupun menyimpan pahat di dalam saku.
• Gunakan pahat untuk memahat kayu, bukan untuk membuka sekrup atau mengungkit paku.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

perusut

Perusut
Alat bantu kerja ini membantu pekerjaan manual seorang tukang kayu terutama ketika berhadapan dengan masalah pembuatan alur, garis penggergajian dan lubang pen konstruksi.
Pics by: wood magazine

Apa yang bisa dilakukan dengan sebuah Perusut?
Kelebihan alat bantu ini yaitu pada ujungnya yang menggunakan ujung logam tajam untuk membuat garis pada permukaan kayu. Ujung tersebut paling tidak menggores permukaan kayu sehingga mudah dilihat dan diikuti oleh pisau ketam dan gergaji belah. Lebih baik dari pensil karena dengan pensil anda hanya bisa membuat garis tipis yang mudah terhapus.

Alat ini sangat mudah digunakan dan tingkat akurasinya cukup tinggi. Dengan adanya garis yang terbentuk oleh ujung pakunya, menjadi panduan ujung pahat saat membuat lubang pen atau membelah ujung pen.

Fungsi:
• Membuat garis lurus jarak alur atau sponning dari sisi panjang batang kayu
• Menggaris horisontal untuk jarak/panjang pen
• Membuat garis lebar lubang pen dan lubang.
• Membuat garis lurus arah gergaji belah (manual)

Bagian-bagian Perusut
Terdiri dari 4 bagian utama yaitu batang ukuran, block pembatas, locker/pengunci dan ujung paku penggaris. Beberapa tipe perusut terdapat yang ujung pakunya bisa dilepas agar mudah diasah.
Batang ukuran terdapat skala ukuran dalam milimeter sehingga tidak perlu lagi untuk mengukur sebelum pemakaian. Dan blok pembatas harus memiliki bidang yang benar-benar rata dan siku dengan batang ukuran sehingga jarak yang diinginkan akurat.

Cara Pemakaian:
Atur batang ukuran dengan blok pembatas pada posisi jarak yang anda inginkan.
Kencangkan posisi tersebut dengan memutar locker/pengunci.
Agar anda yakin ukurlah jarak bidang luar blok pembatas terhadap ujung paku penggaris menggunakan alat ukur yang baik.
Letakkan dan tempelkan blok pembatas pada sisi kayu lalu gerakkan blok (dalam keadaan selalu menempel) sepanjang sisi panjang kayu.
Berikan sedikit tekanan pada posisi ujung paku penggaris sehingga gerakan tersebut membentuk garis di permukaan kayu, terutama pada saat anda menggunakan jenis kayu yang keras.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Alat-alat perkakas bangunan

PAHAT

Pahat merupakan alat besi yang berbentuk bilah bersegi dengan mata yang tajam dihujungnya. Kegunaan utamanya adalah bersama tukul/penukul untuk menebuk lubang dan memperkemaskan takuk tanggam serta mengukir kayu.
Hulu pahat diperbuat daripada kayu yang berbentuk bulat gadah dan dibuntutnya dipasangkan sisi supaya ia tidak mudah pecah apabila diketuk dengan tukul.
Pahat juga mempunyai pelbagai jenis. Jenis-jenisnya diberi berasaskan bentuk mata dan bilahnya. Antara jenis yang pelbagai itu ialah pahat mata bulat, pahat kuku, pahat putar, pahat caku dan pahat mata lintang. Ada juga jenis pahat yang tidak bermata tajam. Pahat itu dinamakan sebagai pahat pating.
Pahat

Pahat Kuku Pahat Batu

Pahat Ulu

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Hello world!

Welcome to Blog.com.

This is your first post, produced automatically by Blog.com. You should edit or delete it, and then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment